Masih,soal rindu

Masih soal rindu, beberapa hari kita seperti termakan waktu. Tidak punya waktu untuk sekadar bertukar sendu dan pilu. Beberapa kali, aku seperti linglung, kemana rinduku? sedang apa? apa asa di dadanya masih sama? Untuk rindu, aku tak mengapa kita jarang bertemu. Aku, juga tak mengapa kita jarang bertukar sendu dan pilu. Aku pun tak mengapa jika sebatas mengirimkan pesan singkat saja langkah kita tersendat – sendat. Yang aku tak akan tak mengapa adalah ketika rindu yang menjamur ini menjadi muara bosan yang tak terbendung. Kamu mungkin menemukan rindu – rindu yang lain, atau bisa jadi, malah aku yang menemukan penawar rindu baru. Jangan seperti itu ya, kan kita sepasang kekasih yang unyu – unyu hehe.

Rindu, malam ini aku kembali terlelap tanpa naungan suara lucumu. Aku kembali menikam dengan tega semua rasa yang semakin lama semakin liar saja. Aku kembali mengubur luka, letih, pedih hari ini untuk tidak kuceritakan padamu. Katamu “maaf aku tidak bisa selalu ada, aku rindu” jawabku “aku lebih rindu”

Surakarta, Nov 2017

Advertisements

2 thoughts on “Masih,soal rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s